Kabupaten Tapanuli Utara merupakan daerah berbasis pertanian. Oleh karena itu, langkah sistematis harus dilakukan demi membentuk petani yang mandiri dengan dibarengi langkah nyata. Bidang pertanian harus membuat petani bangkit dan sejahtera. Jadi perlu diciptakan program bermuara langsung kepada kepentingan pertanian.

          Pertanian merupakan andalan utama masyarakat Tapanuli Utara dalam kelangsungan hidup mereka. Oleh sebab itu pemerintah diharapkan mensuport para petani dengan serius dan rutin melakukan pembinaan di lapangan. Sebenarnya keseriusan petani saat ini sudah tergolong maju, hanya saja mereka belum didukung sarana dalam meningkatkan produksi pertanian mereka. Para petani hanya mengharapkan dari tanaman yang secara rutinitas dan manual mereka kerjakan semampunya dalam melangsungkan kehidupan sehari-hari, padahal masih banyak lahan kosong yang siap olah. Tentunya diperlukan sarana peralatan canggih dan modal selain pemasaran hasil pertanian.

          Pemkab Taput saat ini menyediakan 12 unit traktor untuk mensubsidi para petani, itupun tidak dapat maksimal beroperasi karena alasan rusak dan lain-lain. Akhirnya para petani digilir sehingga bisa menunggu giliran sampai setahun. Pengolahan lahan yang baru dibuka dibutuhkan tiga kali pengolahan (bajak I, bajak II dan rotary) dengan subsidi dari Pemkab seharga Rp.750.000,- siap tanam. Seringkali setelah pengolahan pertama (bajak I) harus menunggu lama baru giliran bajak II, sementara ilalang sudah kembali bertumbuh membuat petani menjadi enggan mengolah lahannya karena menganggapnya percuma.

          Untuk itulah pemerintah harus menyikapi hal ini. Untuk daerah hamparan seperti Kec.Siborongborong, Pagaran, Sipahutar, Pangaribuan, Garoga dan Parmonangan dibutuhkan subsidi paling sedikitnya 5 unit traktor perkecamatan dan kecamatan lainnya 2 unit traktor plus hand traktor. Disamping itu perlu dipikirkan subsidi modal mulai dari pengolahan hingga masa panen. Dan terakhir sasaran pemasaran hasil pertanian yang dijamin oleh pemerintah dengan harga yang memadai.

          Kalau ketiga langkah tersebut dapat disuport, maka para petani dapat dipastikan akan semakin bersemangat. Karena para petani bukan lagi hanya mengandalkan tanaman yang selama ini mereka kerjakan sesuai kemampuan mereka. Dengan adanya subsidi tersebut para petani diharapkan sudah mampu menabung. Kalau para petani sudah mampu menabung, berarti mereka baru dikategorikan makmur dan sejahtera. Maka keberhasilan pertanian menjadi ukuran keberhasilan pemerintah daerah. Lahan kosong yang tersisa di Kabupaten Tapanuli Utara ini akan menjadi hamparan pertanian. (Ferdinan Markus Simatupang, SH)