Fatimah Hutabarat, Ketua Umum LSM Aliansi Masyarakat Pro Demokrasi (AMPD) akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Tarutung pada hari Jumat 20 Mei 2011 untuk menjalani hukumannya selama 6 (enam) bulan penjara yang telah divonis MA pada 20 September 2010. Sebelumnya Fatimah Hutabarat telah divonis bebas murni oleh PN Tarutung 30/09/2009 yang lalu atas dakwaan perbuatan tidak menyenangkan terhadap mantan anggota KPUD Taput Lambas Hutasoit. Keputusan itu dinilai sarat kepentingan politik sebab tidak seorangpun saksi-saksi dalam persidangan yang menyatakan Fatimah Hutabarat melakukan tindakan atau perbuatan tidak menyenangkan. Lambas Hutasoit sendiri mengaku tidak pernah merasa diperlakukan tidak baik oleh Fatimah Hutabarat, bahkan Lambas Hutasoit salah satu dari tiga orang anggota KPUD Taput yang mendukung diadakannya Pemilukada Ulang karena ditemukan penggelembungan dan manipulasi data pemilih.

              Pada saat itu, 28 Nopember 2008 ribuan massa mengepung Kantor KPU menuntut penghentian penghitungan suara dan menuntut Pilkada Ulang. Massa ketika itu yang telah diluapi emosi secara spontanitas membakar Kantor KPUD Taput. Pada kejadian itu hadir 4 (empat) pasangan kandidat termasuk Fatimah Hutabarat untuk menenangkan massa. Perjuangan diteruskan ke MK, dimana MK akhirnya memutuskan Pilkada Ulang.

            Fatimah Hutabarat mengatakan “Saya taat hukum, biar saya jalani hukuman yang telah diputuskan MA walaupun saya tidak pernah melakukan perbuatan melawan hukum seperti yang telah dituduhkan, inilah harga sebuah demokrasi, saya akan pertaruhkan demi tegaknya demokrasi di Tapanuli Utara”. Dukungan demi dukungan mengalir kepada Fatimah Hutabarat agar beliau tetap tegar menghadapi semuanya, sebab masyarakat Taput sudah tahu bahwa Fatimah Hutabaratlah yang berani pada barisan depan dalam memperjuangkan kehendak rakyat. Para pendukung Fatimah Hutabarat turut berdoa dan turut mengantarkan beliau ke Lapas Siborongborong. (Ferdinan Markus Simatupang, SH)