• Kepedulian terhadap Bangso Batak dan Tano Batak oleh orang luar patut untuk disikapi khususnya dari etnis Batak.
  • Diharapkan kontribusi para perantau Bangso Batak dalam negeri maupun luar negeri dapat terwakili di YPBB.

Mr Gabriel Houston dari Kanada berada di Tanah Batak melalui Yayasan Parsadaan Bangso Batak (YPBB) siap membantu masyarakat bangso Batak yang membutuhkan bantuan. Mr. Gabriel Houston yang bekerja di bagian pengembangan (International Business) UNESCO sangat tertarik dengan budaya dan etnis Batak yang begitu unik. Dia mengungkapkan bahwa Indonesia dikenal di mancanegara karena bencana alamnya, namun budaya Batak dengan keindahan Danau Tobanya sudah kesohor di manca negara.

Dalam kunjungannya ke Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara (Senin, 27-12-2010) bersama Ketua YPBB Seluruh Dunia Ir.Hasudungan Manurung dalam rangka mengadakan studi atau kajian potensi Tano Batak dan masyarakat Batak di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya dan secara langsung melihat kondisi alam dan masyarakat bangso Batak yang menurutnya cukup tertinggal, dimana kehidupan ekonomi masyarakatnya masih sangat relatif rendah kalau dilihat dari letak geografis dan kesuburan tanahnya dibandingkan dengan keadaan alam di negara-negara lain. Didampingi Fatimah Hutabarat Ketua YPBB – Tano Batak Area I (Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal dan Tobasa) beserta rombongan terjun langsung meninjau lokasi pertanian di Rias dan lokasi peternakan Sikopawi Piqh Farm usaha Drs. Binsen Silitonga di Pangipaipaan Kecamatan Sipahutar. Setelah itu rombongan menuju pasar (pekan) tradisional Sipahutar melihat secara langsung aktivitas pedagang dan konsumen hasil bumi dan mengukur harga pasar untuk dikaji lebih lanjut.

Dalam kesempatan itu rombongan menuju salah satu gereja HKI Lobu Hole Kecamatan Siatas Barita yang sudah berumur 60 tahun tapi kondisi gereja masih ruwet. Mr.Gabriel Houston tak menyangka dengan usia gereja yang sudah demikian tua belum ada pengembangan, beliau teringat dengan pesan orangtuanya yang sekarat 6 bulan yang lalu agar mengulurkan tangan membantu orang-orang yang perlu bantuan di dunia, baik dengan pemikiran, tenaga ataupun berbagai sokongan yang diperlukan melalui lembaga-lembaga bantuan yang ada di dunia. Melihat kondisi masyarakat Lobu Hole, Ir.Hasudungan Manurung tak kuasa menitikkan air mata. Bersama dengan Mr.Gabriel Houston sepakat akan membantu masyarakat Lobu Hole dalam meningkatkan taraf hidup melalui sector pertanian, dengan demikian perekonomian masyarakat Lobu Hole nantinya meningkat dan mampu merenovasi tempat ibadah dalam kurun waktu yang singkat. Kunjungan dilanjutkan ke Lobu Pining Kecamatan Adian Koting ziarah ke makam Pdt.Lyman dan Pdt.Musson.

Pada pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat di gedung pertemuan Hotel Hineni Tarutung Senin malam, Ketua YPBB Ir.Hasudungan Manurung mengungkapkan saatnya bangso Batak melakukan perubahan. Tano Batak memiliki ikon yang dapat dijual ke wilayah luar daerah, bahkan luar negeri. Dari sisi prawisata, daerah ini sangat layak dipromosikan dan dikembangkan. Keindahan Danau Toba dan objek wisata lainya seperti Salib Kasih termasuk aset budaya di Tano Batak tak kalah menarik bila benar-benar dikelola secara profesional.

Hal senada juga disampaikan Mr.Gabriel Houston, “Saya prihatin bangso Batak yang saat ini saya kenal langsung bertemperamen keras dan mandiri belum memperoleh pendapatan yang memadai.  Ini tentu harus menjadi perhatian, karena masih banyak potensi yang perlu dikembangkan mengingat tano Batak sangat subur dan lahannya juga banyak yang kosong. untuk meningkatkan pendapatan masyarakat bangso Batak. Yang saya lihat saat ini di bidang pertanian perlu perubahan, bertani dengan cara tradisionil menjadi bertani dengan cara modern. Yang dibutuhkan masyarakat petani untuk menunjang produksi pertaniannya saat ini terutama sekali alat-alat mesin seperti traktor dan lain sebagainya” ujarnya. Hadir pada pertemuan itu m.Lumbantobing (Pengusaha kertas di Tebing Tinggi), Anggota DPRD Tk.II Taput Jasa Sitompul,SH, Penasehat Umum AMPD Ir.Bernis Hutauruk, Sekretaris Jenderal AMPD Goksan Simbolon, Ketua YPBB Tano Batak Area I Fatimah Hutabarat dan seluruh pengurus YPBB Tano Batak Area I beserta utusan masyarakat dari berbagai kecamatan.

Menutup pertemuan malam itu, Ir.Hasudungan Manurung mengatakan “YPBB siap menjembati dengan negara luar untuk menyokong bantuan alat-alat pertanian ke Tapanuli, namun semuanya harus melalui mekanisme,  dan ditangani oleh orang-orang yang professional dengan manajemen yang cukup bagus” dan beliau juga menambahkan bahwa bantuan itu dalam waktu dekat akan direalisasi, namun beliau membuat sebuah syarat dengan pertanyaan yang nantinya diharapkan diperoleh sebuah jawaban yang tepat “Mengapa Bangso Batak lebih suka meninggalkan Tano Batak?”. Dilanjutkan dengan pernyataan Mr.Gabriel Houston, “Saya tidak banyak bicara tapi banyak berbuat, dan itulah tujuan saya disini” ujarnya disambut dengan tepuk tangan dari para peserta pertemuan. Pada kesempatan itu juga Ir.Hasudungan Manurung mengundang masyarakat yang hadir pada pertemuan itu untuk menghadiri upacara penabalan Mr.Gabriel Houston menjadi marga Manurung di Porsea Kamis, 30-12-2010 sekaligus menjadi mitra kerja Yayasan Parsadaan Bangso Batak (YPBB). Ferdinan Markus Simatupang,SH (Wakil Ketua YPBB – Tano Batak Area I)